PENGALAMAN SYUTING…

Aku mulai dari awal aja ya, kita mulai mengadakan pembagian tugas untuk pelaksanan casting film yang akan kita buat, tim ini dipimpin langsung oleh Pak Priyana selaku pembina jurnalistik dan sebagai penggagas ide untuk pembuatan film ”Semua Masih Ada Harapan” Film ini bercerita tentang seorang anak yang mempunyai adik yang terpaksa harus putus sekolah karena keadaan ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan. Tapi untungnya masih ada teman-teman yang mempunyai hati nurani dan bergerak untuk membantu sehingga sang adik dapat kembali meneruskan sekolah ke jenjang SMP.

Singkat cerita ya…., casting sudah dapat berjalan dengan baik yang kemudian menghasilkan Aku berperan sebagai si miskin yang mempunyai adik yang putus sekolah itu. Pras sebagai anak miskin yang terpaksa putus sekolah. Pak Nengah Tarka ( guru yang paling kocak di sekolah kami ) harus berperan sebagai bapak dari Putri dan Pras yang hanya bermata pencaharian sebagai petani rumput laut. Pak Mika berperan sebagai guru di sekolah, Pak Sukanata sebagai ayah dari Wulan dan Mia. Sedangkan Prasanthi, Mya Wulan, Mitha Dwix, Utari dan Surya mendapat peran sebagai orang kaya tapi semua berbeda sifat. Contoh aja Mia cewek centil ini harus berperan sebagai orang yang keras tapi dibalik sifatnya itu ada ide-ide dan saran yang patut kita acungi jempol. Nah kalo Wulan sebagai kakak dari Mia yang sekaligus punya ide buat ngebantu keluarganya Putri. Kalo Mitha lebih sebagai penetral sedangkan si Surya berperan sebagai anak orang kaya yang cupu + Kuper lagi, komplit banget khan penderitaannya he…he….he…!!!

Nah sekarang saatnya kami nyeritain gimana proses pembuatan film ini.

Pemilihan Pemain

Seluruh pemain yang terpilih untuk film Masih Ada Harapan, sudah merupakan karakter-karakter yang tepat, karena pemilihan pemain disini itu melalui casting

Proses latihan

Pada tahap awalnya, kami disuruh untuk saling mengeksplor diri masing-masing supaya terjalin suatu ikatan bathin yang erat diantara kami para pemain. Karena pada dasarnya kami tidak ada bakground formal tentang akting. Jadi kita diarahkan untuk membaca skenario jangan dihafal tapi dipahami terlebih dahulu

Kendala yang dihadapi

Syuting film ini memerlukan waktu 2 bulan. Dalam pembuatan film ini kendala yang kami hadapi adalah jadwal syuting yang sangat ketat, karena proses syuting tidak boleh mengganggu kegiatan utama kita di sekolah yaitu belajar mengajar dikelas. Jadi proses syuting hanya dapat dilakukan pada hari sabtu dan minggu. Kendala lain adalah lokasi syuting, dalam film ini kami mengambil lokasi syuting dari wilayah Kuta Selatan sampai desa Petang di Badung Utara. Kadang kami kesulitan transportasi, tapi berkat dukungan dari bapak Ketua Komite SMPN 2 Kuta Selatan kami diberikan fasilitas transportasi, sehingga proses syuting berjalan lancar.

Film ini mulai digarap pada tanggal 20 Agustus 2007. diawali dari pantai Dreamland dan Labuan Sait (LBS), disana kami harus melakukan adegan naik turun bukit, loncat dari karang, lari-lari di pinggir pantai, UUUhhhh… pokoknya capppppeeeeek buangeeeet deccccchhhhhhhh!!!

Adegan yang bagi kami menarik terjadi pada saat menceritakan Ratna anak yang polos, saking polosnya dapat dibilang lemah gitu dech…, beda banget ama Winda si ketua genk yang keras abisss. Genk ini beranggotakan Ceria, Desi, Puspa, Silvi, Januaria Dewi ( kuduk ), dan Parwati. Kronologisnya Winda menuduh Ratna telah merebut Joni yang diakui sebagai pacar oleh Winda. Karena Winda gak terima kalau Joni melirik dan ngobrol ama Ratna, jadilah Ratna bulan-bulanan Winda and the genk. Tapi akhirnya masalah selesai setelah Pak Mike menghadapkan Joni, Winda, dan Ratna. Setelah dikonfirmasi ternyata cinta Winda bertepuk sebelah tangan karena Joni menganggap Winda dan Ratna hanya sebagai teman gak lebih, kacian banget dech….!!!

Berikut ini juga, kami ceritakan pengalaman unik dan ungkapan perasaan para pemain selama menjalani syuting film Semua Masih Ada Harapan

P u t r i :

Waktu itu pertama kali saya casting, saya disuruh memperlihatkan profil saya, kemudian saya diwawancara. Setelah itu saya disuruh memperagakan beberapa adegan yang ada dalam skenario, salah satu nya adalah meranin lagi sedih

S u r y a :

Saya disuruh meranin cowok yang gugup sambil berdialog dan saya pun benar-benar menjadi gugup, karena itu casting pertama saya dan saya sering menjadi bahan olok-olokan teman

Prasanthi :

Semua Scene yang ada dalam satu film, kita latih berkali-kali, pokoknya terus dan terus, dengan latihan-latihan itu kita menjadi membiasakan diri berinteraksi satu sama lain

Winda :

Yang paling seru aku dilatih, pada saat adegan berkelahi, yang sangat butuh emosi, kemudian adegan berpegangan tangan dengan joni, aku sempat dibentak, karena aku menolak, ternyata untuk hasil kedepanya untuk syutingnya itu kena banget, jadi pas syutingnya aku jadi gampang.

Pras :

Disini saya berperan sebagai anak petani rumput laut yang putus sekolah, saya mesti bisa menjiwai peran saya ini, pertama sih susah, setelah mendapat arahan dan latihan saya jadi bisa menghayati. Kemudian adegan yang bikin saya agak kesieng-kesieng . . ., pada saat saya ngasi sapi makanan.

Mitha :

Saya disini kebagian peran yang netral, saya banyak melakukan latihan bagaimana menjadi seorang yang penyabar dan mampu untuk memberikan jalan keluar bagi rekan-rekan yang lain.

Mia & Wulan :

Kita berdua mendapat peran sebagai anak yang mempunyai ide untuk memberikan bantuan kepada teman kita yang kurang mampu. Dan kita dipasangkan sebagai saudara, maka tantangan yang dihadapi adalah menjaga kekompakan baik dalam peran maupun diluar peran.

Ratna :

Saya berperan sebagai seorang cewek yang polos dan karena saking polosnya sehingga kelihatan sangat lemah

Oke…oke kita balik lagi yuuuk ke cerita awal. Film ini digarap dalam waktu 2 bulan tepatnya 20 Oktober 2007, film ini pun selesai. Rasanya seneng banget…..!!! karena hasilnya memuaskan.

Acara louncing pun disusun matang banget dengan konsep yang Ok …!!!. Tapi disaat persiapan louncing hampir sempurna, terjadi sesuatu yang kami gak tau apa itu, sehingga terpaksa dech fim yang rencananya diputar secara ”wahhhh” harus diputar biasa-biasa saja. Tapi gak pa-pa kok menurut kami itu gak jadi masalah. Tunggu aja ya…!!! karya-karya kami lainnya yang tiada duanya. Tapi kalian jangan diam aja dong…., ayo kita bareng-bareng melakukan sesuatu yang dapat mengharumkan nama sekolah. Belajar sambil menghibur dan kita juga merasa terhibur… itu sesuatu yang sangat menyenangkan …

Ingat ya…….

USAHA DULU …… HASIL GAK JADI MASALAH !!!

OK … !!!

Hastriani Putri IX B

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: