KAMI INGIN TAHU ?

Kenapa Hujan Tidak Segera Turun ?

Oleh

Dra. Ni Ketut Dharmawati Geria Putri

Kalau kamu pernah terbang dengan pesawat terbang, kamu akan melintasi awan dan kamu akan melihat banyak awan disekitarmu, ataukah kalau kamu pernah berada pada ketinggian tertentu diatas gunung, kamu akan melihat awan melayang-layang di atasmu. Apa sih sebenarnya wan itu ? Awan adalah hanya kumpulan kabut.

Seperti yang kamu ketahui, pada siang hari air di permukaan bumi akan menguap menjadi uap air di udara. Apalagi pada musim panas, suhu permukaan bumi menjadi lebih tinggi, maka penguapan akan lebih banyak terjadi sehingga lebih banyak uap air di udara. Kalau terdapat lebih banyak uap air di udara, penurunan suhu sedikit saja mengakibatkan uap air mengembun (membentuk butiran kecil air), dan kita menyebut udara mengalami saturasi.

Hanya diperlukan sedikit saja penurunan suhu untuk membuat uap air mengembun di udara atau mengalami saturasi. Kalau ada udara hangat yang mengalami saturasi naik ke ketinggian di mana suhunya lebih rendah, maka butiran kecil air itu mengalami kondensasi membentuk awan. (Awan adalah kumpulan dari butiran-butiran kecil air yang tak terhitung jumlahnya).

Butiran air pada awan mempunyai massa, maka gravitasi perlahan-lahan menariknya kebawah dan awan turun semakin rendah. Bila butiran air itu bertemu dengan udara hangat, maka butiran air itu akan menguap dan awan akan lenyap. Itulah sebabnya mengapa awan selalu berubah bentuk Butiran air yang menguap tersebut naik, akan mengalami saturasi dan kemudian mengalami kondensasi membentuk awan, peristiwa ini akan berulang terus menerus. Itulah sebabnya mengapa posisi awan selalu berubah terkadang di bawah, terkadang di atas.

Kadangkala ketika kita melihat ke atas, kita melihat awan tebal menyelimuti bumi ini, kita beranggapan hujan akan segera turun. Tetapi kenapa hujan tidak segera turun ? mau tahu ? Awan tebal tersebut akan tetap turun secara perlahan-lahan kebawah karena pengaruh gravitasi. Apabila wan tersebut mencapai lapisan udara lebih hangat, dan udara hangat tersebut akan menguapkan butiran-butiran air di dalam awan tersebut. Itulah penyebabnya kenapa hujan tidak segera turun, karena butiran airnya sudah menguap sebelum mencapai tanah dalam bentuk hujan.

Tapi bagaimana kalau udara di bawah awan bukan udara hangat ? Bagaimana kalau udara sangat lembab ? Tentu saja, butiran air itu tidak akan menguap. Bahkan butiran itu semakin betambah besar karena lebih banyak kondensasi yang terjadi. Awan tersebut akan semakin berat, segera saja setiap butiran air yang kecil menjadi tetesan air dan terus menerus kebawah dan hujan pun turun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: