INILAH HASIL LENGKAP UNCCC

 

Konferensi Perubahan Iklim (UNCCC) di Bali telah berakhir. Menurut Presiden Conferensi of the Parties (COP) 13, Rachmat Witoelar ada tiga hal penting yang merupakan hasil UNCCC di Bali. Seperti apa lengkapnya?

Berikut presentasi Presiden COP 13 Rachmat Witoelar yang akan dilaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan akan disosialisasikan kepada sejumlah instansi terkait.

Tiga hal penting yang merupakan hasil UNCCC yaitu, pertama, tercapainya kesepakatan dunia yang disebut Bali Roadmap.

Kedua, disepakatinya 4 agenda ya : 1. Aksi untuk melakukan kegiatan adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim (mis. Kekeringan dan banjir). 2. Cara-cara untuk mereduksi emisi GRK. 3. Cara-cara untuk mengembangkan dan memanfaatkan climate friendly technology

4. Pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi.

Dan kesepakatan ketiga, adanya target waktu, yaitu 2009.

Sedangkan Bali Roadmap sendiri meliputi lima hal yaitu Komitmen Pasca 2012 (AWG on long-term cooperative action under the convention), adaptasi/Dana Adaptasi (Adaptation Fund), alih Teknologi (Technology transfer), REDD (Reducing Emission from Deforestation in Developing Countries) dan CDM (Clean Development Mechanism)Berikut penjelasan lebih detai soal Bali Roadmap:

 

Komitmen Pasca 2012 (Dialogue & AWG)

Semua Parties menyadari diperlukannya reduksi penurunan emisi global yang lebih besar (deeper cut) sebesar 25-40% sebagai komitmen lanjutan dari negara maju (annex-I Protokol Kyoto) sesuai dengan AR4 IPCC.

Proses penyelesaian hingga 2009 (Ad-Hoc Working Group on Long Term Cooperative Action under the Convention).

Peningkatan aksi mitigasi perubahan iklim secara nasional internasional dalam kerangka common but differentiated responsibilities :

Negara maju untuk komitmen membentuk rencana aksi dalam melakukan langkah menurunkan emisi GRK yang terukur, dilaporkan dan terverifikasi.

Negara berkembang melakukan mitigasi dalam rangka melakukan pembangunan berkelanjutan melalui bantuan tekonologi, peningkatan kapasitas, pendanaan, melalui cara-cara terukur, nyata dan dapat dilaporkan.

Dana Adaptasi

Tindakan aksi adaptasi seperti kerjasama internasional dalam kajian kerentanan, kajian kebutuhan pendanaan.Disepakatinya elemen operasional Adaptation Fund, yaitu: operating entity, fungsi, komposisi keanggotaan, quorum, pengambilan keputusan, chairmanship, frequency of meetings, observer, transparansi, secretariat, trustee, monetization, access to funding, pengaturan institusi, dan review.Badan Dana Adaptasi (Adaptation Fund Board) sebagai operating entity, GEF sebagai Sekretariat dan trustee oleh World Bank. Perwakilan Indonesia (Mahendra Siregar) disetujui sebagai Chairman of Adaptation Fund Board. Pendanaan adaptasi bersumber dari 2% hasil penjualan CER (certified emissions reduction) dari proyek CDM yang memiliki dana Euro 37 juta (akan meningkat 80-300 juta USD periode 2008-2012).

 

Teknologi Transfer

Peningkatan tindakan pengembangan teknologi dan transfer pada dukungan aksi mitigasi dan adaptasi (Peningkatan dari tingkat pembahasan teknis hingga implementasi). Mempercepat jalan penyebaran, penggunaan dan transfer tekologi yang ramah lingkungan. Peningkatan aksi pada penyediaan sumber keuangan dan dukungan investasi pada tindakan mitigasi dan adaptasi serta kerjasama teknologi. Memperkuat akses pendanaan bagi negara berkembang. GEF sebagai operational entity untuk penerapan Convention akan menyiapkan ”a strategic program” untuk peningkatan development, deployment, diffusion teknologi. Reducing Emission from Deforestation in Developing Countries (REDD)

Semua Negara pihak menyepakati bahwa langkah nyata dalam mereduksi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan merupakan kepentingan mendesak.Program kerja telah ditetapkan dan difokuskan pada, misalnya, kajian perubahan tutupan lahan dan emisi GRK, metode untuk mendemonstrasikan pengurangan emisi dari deforestasi. Hal ini penting untuk mengangkat kebutuhan komunitas lokal dan warga asli. Persetujuan dilakukannya demonstration activities degradasi, deforestrasi dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dimasukkan dalam mekanisme REDDNational dan Sub-National baselines

Clean Development Mechanism (CDM)

Distribusi pelaksanaan CDM sampai level sub-regional .Programmatic of activity sudah dapat diusulkan ke Executive Board. Perubahan Skala AR CDM dari 8 kton menjadi 16 kton yang dilakukan oleh masyarakat berpendapatan rendah, dengan kriteria low income communities ditentukan oleh negara tuan rumah. Langkah ini akan memperluas jumlah proyek dan distribusi proyek di Negara-negara yang sebelumnya tidak dapat ikut serta dalam kategori proyek ini.

Carbon Capture and Storage Negara pihak mempertimbangkan dimasukkannya CCS-formasi geologi ke dalam proyek CDM. Mereka menyepakati untuk meneruskan kajian lebih jauh dan menyusun rencana kerja tahun 2008 (teknis, legal, kebijakan dan aspek pendanaan).

CCS secara luas diakui sebagai teknologi penting untuk melanjutkan penggunaan bahan bakar minyak yang “bersih”.

LDC, Least Developed Countriesegara pihak menyetujui untuk memperpanjang mandate LDC’s Expert Group. Group ini memberikan saran mengenai kajian adaptasi yang diperlukan LDC,mengingat kebutuhan adaptasi di LDC harus didukung karena kapasitas yang rendah dalam beradaptasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: